[Rabu, 21 Agustus 2013] Sebagai
mahasiswa baru saya mengikuti acara-acara yang diadakan kampus untuk para maba.
Acara yang diikuti pada hari ini adalah SSDK, berupa pembekalan softskill dan
pengembangan karakter. SSDK sendiri dimulai pukul 08.00-15.00. Sepulangnya,
saya berkumpul dengan kelompok OSKM dan kakak-kakak taplok. Oh ya, SSDK dan
OSKM sendiri merupakan acara terpisah.
Saya dan kelompok 133 mendapat materi dari kakak-kakak taplok. Materi yang diberikan berupa
cara berpikir yang selayaknya dimiliki oleh seorang mahasiswa dalam
menyelesaikan masalah-masalah yang tentunya akan dihadapi di masa perkuliahan
nanti. Materi yang diberikan adalah materi pola pikir K3.
Cara berpikir tradisional adalah musuh nomor
satu untuk orang yang tertarik pada program keberhasilan pribadi yang kreatif. Berpikir
tradisional membekukan pikiran, menghambat kemajuan, dan mencegah dalam mengembangkan
kekuatan otak kreatif. Maka dari
itu dikembangkan cara berpikir dalam menanggapi suatu masalah, yaitu K3. K3
sendiri merupakansingkatan dari Kritis, Kreatif, dan Konstruktif.
KRITIS dalam artian tidak menelan mentah-mentah informasi yang kita terima. Mahasiswa yang terkenal
dengan idealismenya sudah sepatutnya berpikir kritis. Jangan asal terima dan
menuruti informasi yang ada dengan begitu saja. Sudah saatnya kita memakai
filter untuk menyaring yang mana yang baik dan mana yang buruk
KREATIF. “Di atas langit masih ada langit”,
begitu kata orang-orang. Maka kita sudah seharusnya berpikir multidimensi dan out of the box. Gunakan imajinasi semaksimal mungkin. Jangan takut untuk berpikir aneh
dan antimainstream karena justru dari sanalah inovasi
terbentuk. Siapa tahu dari pemikiran-pemikiran itu kita bisa menemukan solusi
dari suatu masalah yang ada.
Dan terakhir KONSTRUKTIF
yaitu membangun, tidak asal kritik tetapi tidak memberikan masukan yang
positif. Maka sebaiknya kita sebagai mahasiswa menjauhi sifat DESTRUKTIF,
yaitu menhancurkan atau menjatuhkan.
Sifat-sifat di
atas sudah sepatutnya kita terapkan pada kehidupan sehari-hari, tidak hanya
saat menjadi mahasiswa tetapi sampai seterusnya di berbagai aspek kehidupan.
Sekian dan terima
kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar